Postingan

Kitab Uqudulujain Bukan Kitab Nasab

Gambar
Kitab Uqudulujain merupakan salah satu kitab yang banyak dikaji oleh para santri saat Bulan Ramadhan. Kitab ini adalah karangan dari Syaikh Muhammad bin Umar Nawawi al Bantani al-Jawi. Adapun judul lengkap dari kitab ini adalah Syarah 'Uqud al-Lijain fi Bayani Huquq al-Zawjain. Uqudulujain menjelaskan tentang panduan singkat dalam memulai hidup baru menjadi pasangan suami istri. Secara garis besar, isi dari Kitab Uqudulujain yaitu sebagai berikut: 1. Memaparkan tentang hak-hak seorang istri kepada suaminya. 2. Menjelaskan tentang hak-hak seorang suami kepada istrinya. 3. Menjelaskan tentang keutamaan sholatnya seorang perempuan di rumahnya sendiri. 4. Menjelaskan tentang haramnya seorang laki-laki menatap perempuan lain yang bukan mahram, begitu juga sebaliknya. Jadi bisa di simpulkan bahwa kitab Uqudulujain bukanlah kitab yang menerangkan tentang Nasab. Jikapun ada di salah satu halamanya yang menyinggung tentang klan tertentu sebagai dzuriyah Nabi, itu hanyalah atas dasar khusnuz...

Indonesia Untuk Bangsa Indonesia

Gambar
Para elit politik Indonesia pada tahun 2002, telah melakukan amandemen terhadap UUD 1945, sehingga menjadikan Indonesia sebagai suatu negara liberal, sebagaimana sistem demokrasi yang diusung oleh Amerika Serikat dan negara-negara kapitalis Barat. Pasal 6 ayat 1 dalam U U D 1945 hasil amandemen, yang semula menyatakan bahwa Presiden ialah orang Indonesia asli yang bersama Wakil Presiden dipilih oleh MPR, telah mereka rubah menjadi calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya, dengan keterangan tambahan lainnya. Para elit politik penyusun amandemen 2002 telah abai bahwa Indonesia tidak pernah menganut azas ius soli, yang mendasarkan kewarganegaraannya pada tanah kelahiran seseorang. Amandemen tersebut rawan terhadap kehadiran warganegara anasionalis, yang lahir dari orang orang asing yang gelombang demi gelombang bermigrasi ke Indonesia. Akibatnya, akan terjadi multikulturisme yang mengganggu proses akulturasi budaya daerah-daerah, menu...

Hasil Tes DNA Bangsa Dayak Moyang Penutur Rumpun Austronesia??

Gambar
Dengan melihat hasil uji genetika/DNA para peneliti, Teori Proto Melayu migrasi nya China/Taiwan masa lampau hanya lah lelucon belaka. Bangsa Dayak di tuduh turunan orang Taiwan/China karna dinilai ada kemiripan baju adat dan secara linguistik. Namun faktanya hasil tes DNA Dayak ada kecocokan dengan orang-orang Polinesia dan Indian di Amerika. Sayangnya tidak ada bukti Bangsa Dayak pernah berlayar sampai ke wilayah Polinesia, apalagi ke Indian Amerika. Karna hingga saat ini, Dayak Borneo tak pernah terlihat memiliki budaya berlayar mengarungi samudra. Penghuni Madagaskar di klaim ada kecocokan DNA dengan bangsa Austronesia dan Urang Banjar. Bahkan Urang Banjar di klaim adalah nenek moyangnya Bangsa Madagaskara. Namun faktanya secara linguistik dan budaya berpakaian Bangsa Madagaskar justru mengarah ke suku ma'anyan (Dayak Borneo). Kita tentunya tau, budaya berpakaian adat Urang Banjar mirip dengan budaya Melayu Riau. Sedangkan budaya berpakaian Madagaskar sama sekali tidak ada kemi...

Tafakur Nasab Ba'alwi

Gambar
Sebagai agama yang mengutamakan akal dan ilmu, Islam mendorong umatnya untuk berpikir secara kritis dan rasional dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan. Berfikir kritis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap muslim agar dapat memahami agama dengan lebih baik, menyikapi isu-isu sosial dan politik dengan bijak, serta mengembangkan kemampuan intelektual yang lebih baik. Berpikir kritis dalam Islam disebut juga dengan tafakur. Perintah untuk berpikir kritis pun telah termaktub dalam Alquran surat Ali Imran ayat 190-191 yang artinya: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab ...

PULANGKAN IMIGRAN RASIS, NEGERINYA LEBIH MEMBUTUHKANNYA ! (NODA HITAM HADRAMIS YAMAN)

Gambar
“Tamu yang tak diundang, seringkali disambut baik ketika mereka pergi !” (William Shakespeare) BERKACA DARI PALESTINA Dua tahun setelah kekalahan Jerman dalam Perang Dunia II. Yaitu di tahun 1947, sebuah kapal besar merapat di Pelabuhan Haifa Palestina. Di atas dek tampak wajah-wajah yang layu, kurus, dan penuh penderitaan. Kemudian mereka membentangkan spanduk besar yang bunyinya : “Jerman telah menghancurkan keluarga dan rumah kami, jangan kau (Palestina) hancurkan juga harapan kami !” Kapal itu berisi imigran, atau lebih tepatnya PENGUNGSI YAHUDI dari berbagai penjuru Eropa yang berbondong-bondong menuju Palestina. Sebuah FOTO IKONIK mengabadikan momen tersebut. Kini foto itu telah membuat setiap hati akan miris dan menangis. Karena IRONI yang terjadi di kemudian hari. Dimana pada akhirnya, para pengungsi ini yang akan merampas tanah dan kemerdekaan Palestina dari pribuminya sendiri. Sebuah tragedi kemanusiaan terbesar di abad 20, dan praktik penjajahan keji yang masih ada hingga ki...

Inilah 3 Ulama Yang Melawan Perbudakan Spiritual Di Indonesia

Gambar
Kegoblokan dan kedunguan para mukibin adalah diagung-agungkannya seorang tokoh hanya karena isu ia dianggap keturunan Nabi Muhammad SAW. Apalagi jika yang diisukan keturunan Nabi itu tidaklah mengesankan ulama yang pro cara berpikir modern. Mengagungkan seseorang karena isu keturunan Nabi sejatinya bertentangan dengan ajaran Islam yang progresif. Dalam Islam, semua orang pada dasarnya setara belaka. Hanya ketakwaannya yang membedakan, bukan asal usulnya. Tak ada jaminan seorang keturunan Nabi, Raja, Guru Suci, atau keturunan Presiden, Konglomerat, lebih bertakwa dibandingkan individu lain. Lalu apa faedahnya mengagung-agungkan seseorang karena keturunannya? Banyak dari kita yang tak bisa dan tak mau membedakan. Yang mana ajaran Islam, dan yang mana budaya Arab. Celakanya, ada budaya Arab yang sudah rongsokan, yang sudah jatuh, justru kita bangga-banggakan di Indonesia. Budaya rongsokan itu kita agung-agungkan. Munculah itu aneka radikalisme. Kebiadaban ISIS adalah puncak warisan rongso...

Inilah 45 Ulama Nusantara Penulis Kitab Kuning Berbahasa Arab Sepanjang Masa

Gambar
Ulama yang memiliki karya dalam Bahasa Arab merupakan ulama yang dinilai tsiqoh (terpercaya) dalam keilmuannya, karena Al-Qur’an diturunkan dalam Bahasa Arab, begitupula hadits-hadits Nabi dan kitab-kitab utama yurisprudensi dan teologi Islam ditulis dalam Bahasa Arab. Bahwa ulama yang mempunyai karya dalam Bahasa Arab kedalaman pemahamannya akan teks-teks dapat dipertanggungjawabkan dan dapat ditakar ketelitiannya dan kepakarannya dalam Bahasa Arab bahkan walau ia telah lama wafat. Nusantara, yang mencakup kawasan negara-negara di Asia Tenggara, telah melahirkan banyak ulama penulis kitab Bahasa Arab dari sejak awal-awal masuknya Islam hingga saat ini. Ulama yang memiliki karya dalam Bahasa Arab merupakan ulama yang dinilai tsiqoh (terpercaya) dalam keilmuannya, karena Al-Qur’an diturunkan dalam Bahasa Arab, begitupula hadits-hadits Nabi dan kitab-kitab utama yurisprudensi dan teologi Islam ditulis dalam Bahasa Arab. Tentunya ulama yang mempunyai karya dalam Bahasa Arab kedalaman pema...